
Kunjungan Industri ke Mazaraat Artisan Cheese
Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kunjungan industri pada 31 Mei 2022 ke produsen keju artisan asal Yogyakarta, yaitu Mazaraat Artisan Cheese. Kunjungan industri dihadiri oleh mahasiswa THP lintas angkatan, yaitu mahasiswa angkatan 2019, 2020, dan 2021.
Mengutip Tempo, keju olahan biasanya diproduksi dalam skala besar dengan cara mempasteurisasi susu sapi. Ini adalah proses pengawetan makanan dengan cara memanaskannya untuk membunuh mikroorganisme. Keju olahan dibuat dengan menekan dadihnya dan membuang whey atau laktrosetum, sejenis cairan berwarna agak keruh. Tujuan dari proses ini demi menghasilkan lebih banyak keju dalam waktu singkat.

Lain cerita dengan keju artisan. Pada dasarnya, keju artisan adalah jenis keju buatan tangan alias keju tradisional. Cara pengolahan yang berbeda tentu menghasilkan tekstur dan cita rasa yang berbeda pula. Pembuatan keju artisan menggunakan susu sapi, susu domba, dan susu kambing. Keju artisan memiliki cita rasa dan tekstur yang lebih unik, serta biasanya hanya diproduksi dalam jumlah sedikit. Sebab itu, jika kamu mendapati toko roti atau kue dengan label artisan, artinya segala bahan pembuat roti dan kue tersebut dibuat dengan tangan dan jumlahnya yang terbatas.

Menurut Kumparan, sepuluh tahun yang lalu, Jamie dan Nieta pemilik keju Mazaraat belajar secara autodidak untuk membuat keju. Hasilnya mereka konsumsi sendiri. Laki-laki berusia 43 tahun itu juga memproduksi keju untuk kebutuhan anaknya, yang sejak lahir sudah divonis menderita penyakit jantung. Bermodalkan meja kecil, mereka berjualan hanya tiga jam setiap minggu, tepatnya setiap hari Kamis. Mulai dari situ banyak yang tertarik dengan keju organik miliki Mazaraat Cheese ini. Terutama peminatnya berasal dari mereka yang memiliki kebutuhan khusus; seperti cancer survivor, autisme, dan down syndrome.

Sejak mintanya terhadap dunia keju semakin bertambah, Jamie juga mengukuhkan passion-nya dengan mengambil sertifikat cheese maker tahun 2015 di Kanada dan 2017 di Perancis. Jamie juga berani menjamin kualitas keju yang dihadirkannya tak main-main. Kualitas, kejelasan asal-usul (bahan), dan pemrosesan yang tepat, menjadi modal Mazaraat Cheese yang memiliki cita-cita ingin bisa besar di Asia.
Mengenalkan keju artisan lokal memang menjadi tantangan utama Jamie dan Nieta, tapi di sisi lain, proses yang panjang untuk menghasilkan keju berkualitas juga membutuhkan kesabaran. Jamie mengaku, proses aging hingga pencucian alat yang besar-besar juga menjadi kesulitan lain sebagai cheese maker.

No Comments